Jumat, 05 Agustus 2011

Sipakatau, sipakainge, sipakalebbi

Kadang kita menyalah artikan kearifan lokal. Arif berarti bijaksana, akan tetapi sebagian dari budaya kita tidak menggambarkan kearifan. Tindakan merusak alam, pemborosan, dan sebagainya kerak menjadi ritual kebudayaan. Kadang juga kita berada dalam suatu kebimbangan karena budaya kerak menjadi hal yang sangat sensitif, karena dapat memecah belah persaudaraan.

Dalam kebudayaan bugis dikenal 3 sifat yang bisa menjadi pedoman dalam kehidupan sosial. Ketiga sifat yang dimaksud yaitu sipakatau', sipakainge', dan sipakalebbi.

  1. Sipakatau', merupakan sifat untuk memandang manusia seperti manusia. Maksudnya dalam kehidupan sosial kita selayaknya memandang manusia seperti manusia seutuhnya dalam kondisi apapun. Pada intinya kita seharusnya saling menghormati sesama manusia tanpa melihat dia miskin atau kaya atau dalam keadaan apapun.
  2. Sipakainge', merupakan sifat saling mengingatkan. Hal yang tak dapat di pungkiri dari manusia yaitu, memiliki kekurangan. Karena tentunya manusia tidaklah sempurna, walaupun manusia adalah ciptaan-Nya yang paling sempura di muka bumi ini.
  3. Sipakalebbi, sifat yang melarang kita melihat manusia dengan segala kekurangannya. Seperti mengingat kebaikan orang dan melupakan keburukannya. Manusia memiliki naluri yang senang di puji, jadi saling memuji dapat menjernihkan suasana dan mengeratkan tali silaturahmi.
Itulah ketiga sifat yang diwariskan nenek moyang suku bugis. dengan meaplikasikannya kita sesungguhnya telah melaksanakan kearifan lokal kita. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

no SARA, no Spam, No Woman, No cry...