Sabtu, 30 Juli 2011

Aturan dari Dikti Usulan PKM

  1. Persyaratan  Administratif
    1. DirektoratJenderalPendidikanTinggi
    2. Peserta  PKM  adalah  kelompok mahasiswa  yang  sedang  aktif  dan resmi  terdaftar mengikuti  program  pendidikan  S1  atau  Diploma. Mahasiswa pengusul dapat berasal dari berbagai program studi yang berbeda  atau  dari  satu  program  studi,  bergantung  pada  bidang kegiatan dan topik yang akan dilaksanakan, namun masih dalam satu perguruan  tinggi  yang  sama.  Keanggotaan  mahasiswa dalam kelompok disarankan berasal dari minimal 2 (dua) angkatan yang berbeda agar proses regenerasi pelaksana PKM dapat berlangsung dengan baik.
    3. Seorang mahasiswa hanya dibenarkan masuk dalam satu kelompok pengusul PKM yang disetujui untuk didanai. Hal ini didasarkan pada kewajaran  alokasi  waktu  bagi pelaksanaan  kegiatan  PKM  dan kegiatan  belajar  mahasiswa.  Di  samping  memberi  kesempatan sebanyak mungkin mahasiswa yang  terlibat. 
    4. Seorang  dosen  pembimbing/pendamping  hanya  disetujui DITLITABMAS  membimbing  maksimum  3  (tiga)  judul/kelompok pelaksana PKM. 
    5. Usulan PKM diberi  sampul  sesuai dengan ketentuan. Menyertakan  Rekapitulasi  Proposal  Program  Kreativitas Mahasiswa  (PKM)  dan  Rekapitulasi  Naskah  Program  Kreativitas Mahasiswa Karya Tulis  (PKM-KT)  (lihat Tabel 3 pada halaman 6).
    6. Pengajuan  usulan  dilakukan  perguruan  tinggi  secara  kolektif, menggunakan  format  standar  yang  ditetapkan  DITLITABMAS.  Bagi mahasiswa yang berasal dari PTS, harus memberikan surat tembusan pada KOPERTIS. 
    7. Setiap usulan yang mencantumkan dana dari pihak lain (baik pihak internal  maupun  eksternal  perguruan  tinggi)  harus  menyertakan Surat Pernyataan Pembiayaan dilengkapi dengan materai yang cukup dari  instansi penyedia dana  tersebut. 8. Setiap  usulan  PKM-T  dan  PKM-M  wajib  menyertakan  SURAT PERNYATAAN  KESEDIAAN  BEKERJASAMA  (dengan  meterai  yang berlaku) dari pihak mitra yang disebutkan.
    8. Setiap  pengusulan  PKM-AI  diwajibkan  melampirkan  Surat Pernyataan Sumber penulisan yang ditandatangani oleh Ketua PKM tanpa meterai dan diketahui oleh Ketua Program  Studi. 
    9. Usulan yang dinyatakan didanai akan diumumkan di Laman Dikti dan melalui  surat yang dikirimkan ke  setiap perguruan  tinggi.
  2.   Aturan Penulisan Usulan
    1. Usulan ditulis mengikuti sistematika penulisan sesuai kriteria yang tercantum  dalam  buku  Pedoman  ini.  Pengusul  disarankan  untuk mencermati perbedaan mendasar dari masing-masing  jenis PKM.
    2. Bahasa  Indonesia  yang  digunakan  hendaknya  baku  dengan  tata bahasa dan ejaan yang disempurnakan,  sederhana, dan  jelas.
    3. Bagian  kelengkapan  administratif  yang  meliputi  halaman  judul, nama/daftar anggota kelompok, halaman pengesahan, diberi nomor halaman menggunakan angka Romawi kecil dan diketik di sebelah kanan bawah  (i,  ii, dan  seterusnya).
    4. Bagian utama (naskah artikel) diberi nomor halaman menggunakan angka arab yang dimulai dengan nomor halaman 1 (satu) dan diketik di  sebelah kanan atas.
    5. Tabel diberi  judul dengan penomoran  tabel  sesuai dengan urutan kemunculannya  dalam  naskah.  Judul  tabel  ditulis  di  atas  tabel dengan nomor  tabel menggunakan angka  Arab.
    6. Gambar , baik dalam bentuk grafik maupun foto diberi judul  dengan penomoran  gambar  sesuai  dengan  urutan  kemunculannya  dalam naskah.  Judul  gambar  ditulis  di  bawah  gambar  dengan  nomor gambar menggunakan angka  Arab.
    7. Khusus PKMP , PKMT , dan PKM-GT , penyebutan sumber pustaka dalam naskah serta penulisan daftar pustaka hendaknya mengikuti aturan penulisan yang berlaku, yaitu mengikuti HARDVARD  style  contoh:

      Dower M. 1977. Planning aspects of  second homes. di dalam Coppock 
      JT  (ed.), Second Homes: Curse or Blessing? Oxford: Pergamon Pr . Hlm 
      210–237. 
      Grinspoon L, Bakalar JB. 1993. Marijuana: the Forbidden Medicine. 
      London: Yale Univ Press.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

no SARA, no Spam, No Woman, No cry...